Lompat ke isi utama

Berita

Kolaborasi dan Sinergi Jadi Kunci: Bawaslu Sabu Raijua Gelar Rapat Penguatan Kelembagaan Tahun 2025

bws

Ketua Bawaslu Sabu Raijua Markus Haba, S.Sos saat memberikan sambutan pada Rapat Koordinasi Penguatan Kelembagaan Bawaslu Kabupaten Sabu Raijua Tahun 2025

Seba, 15 Oktober 2025, Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Sabu Raijua menggelar Rapat Koordinasi Penguatan Kelembagaan Tahun 2025 di Aula Penginapan Manna, Kelurahan Mebba, Kecamatan Sabu Barat pada 14 dan 15 Oktober 2025. Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi antar pemangku kepentingan dalam menghadapi dinamika kepemiluan mendatang.

Rapat dihadiri oleh berbagai pihak penting, antara lain Ketua Bawaslu NTT, Nonato Da Purificacao Sarmento, S.Si, Ketua Bawaslu Sabu Raijua Markus Haba S.Sos, Anggota Bawaslu Sabu Raijua, Dikson Hau Pia S..H dan Yulius Boni Geti A.Md, Koordinator Sekretariat Ams Riwu Teta S.T. Sekda Sabu Raijua, Septenius M. Bule Logo, S.H., M.Hum yang mewakili Bupati, Ketua KPU Sabu Raijua, perwakilan Polres, TNI AD, AL, AU, Kanwil Kementerian Agama, Kesbangpol, GAMKI, alumni SKPP, dan insan pers. Empat narasumber nasional juga hadir termasuk Anggota Komisi II DPR RI Arif Wibowo yang menyampaikan materi secara daring, pegiat pemilu Engelbert Jojo Rohi dan Alwan Ola Riantoby , S.IP M.Si serta akademisi dari FISIP Undana Boli Tonda Baso, S.Sos Msi yang hadir secara luring.

Materi
Anggota Komisi II DPR RI Arif Wibowo saat menyampaikan materi secara daring pada Rapat Koordinasi Penguatan Kelembagaan Bawaslu Kabupaten Sabu Raijua Tahun 2025
Materi
Foto saat masing-masing Narasumber dari kiri ke kanan Engelbert Jojo Rohi, Alwan Ola Riantoby , S.IP M.Si, dan Boli Tonda Baso, S.Sos Msi  saat memberikan paparan materinya dalam Rapat Koordinasi Penguatan Kelembagaan Bawaslu Kabupaten Sabu Raijua Tahun 2025

Rapat ini bertujuan untuk memperkuat kelembagaan Bawaslu serta melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan Pemilu 2024. Selain itu, forum ini juga menjadi ajang untuk merumuskan strategi menghadapi Pemilu Nasional 2029 dan Pilkada 2031 menyusul perubahan desain pemilu berdasarkan putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 135 yang membagi pelaksanaan pemilu dan pilkada ke dua periode berbeda. 

Kegiatan tersebut dibuka oleh Ketua Bawaslu NTT, Nonato Da Purificacao Sarmento, S.Si  Dalam Sambutannya Nonato menegaskan bahwa keberhasilan penyelenggaraan pemilu di Sabu Raijua tidak lepas dari partisipasi seluruh stakeholder dan masyarakat. 

”Penguatan kelembagaan diperlukan untuk menghadapi tantangan pemilu di era digital, terutama dalam menghadapi generasi milenial, Gen Z, hingga Generasi Alpha yang memiliki karakter pemilih berbeda serta rawan terhadap penyebaran informasi hoaks, penguatan kelembagaan juga dilakukan melalui koordinasi lintas sektor, evaluasi terhadap pelaksanaan pemilu sebelumnya, serta perumusan rekomendasi terkait revisi undang-undang pemilu agar dapat menyesuaikan dengan kondisi daerah di Sabu Raijua” Ujarnya.

Bawaslu juga diminta aktif melaksanakan pendidikan politik di sekolah-sekolah meski dengan keterbatasan sumber daya manusia dan anggaran.

Sementara itu Ketua Bawaslu Sabu Raijua, Markus Haba S.Sos dalam sambutannya mengatakan, adapun catatan dari Bawaslu Sabu Raijua  terkait pelaksanaan pemilu dan pilkada di mana dalam pemilu 2024 di saat tahapan pencalonan Bawaslu Sabu Raijua sudah melakukan tugas dan fungsi dengan baik yang mana ditemukan indikasi pelanggaran pemalsuan dokumen secara bersama sama dari unsur Bawaslu, Kejaksaan dan Kepolisian dan kasus tersebut dibawa ke pengadilan terbukti secara sah dan meyakinkan dari 1 DPRD Kabupaten dan 1 DPRD Provinsi sehingga tidak memenuhi daftar calon tetap. Dapat disampaikan bahwa kegiatan tersebut bukan hanya kekuatan dari Bawaslu Sabu Raijua saja tetapi juga kolaborasi dan sinergitas yang baik dari berbagai pihak yang terlibat baik terlibat secara langsung maupun tidak langsung. Terimakasih juga disampaikan kepada Bupati Sabu Raijua yang diwakili Sekda yang telah memfasilitasi Bawaslu Sabu Raijua dalam hal pelaksanaan pemilu maupun pilkada. 

Rapat koordinasi ini menjadi langkah strategis Bawaslu Sabu Raijua untuk memastikan pelaksanaan pemilu yang bersih, jujur, dan adil, sekaligus adaptif terhadap perubahan regulasi dan perkembangan teknologi informasi. Kolaborasi seluruh pihak diyakini menjadi kunci sukses penyelenggaraan pemilu dan pilkada mendatang.

 

 

Humas Bawaslu SR