Ketua Bawaslu Sabu Raijua Ajak Siswa SMKN 2 Sabu Barat Jadi Pengawas Partisipatif Pemilu
|
Seba, Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Sabu Raijua kembali melaksanakan program Bawaslu Goes to School melalui kegiatan sosialisasi pengawasan partisipatif bagi pemilih pemula di SMK Negeri 2 Sabu Barat. Kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan pemahaman generasi muda mengenai pentingnya keterlibatan masyarakat dalam mengawasi seluruh proses dan tahapan pemilu maupun pemilihan kepala daerah (Pilkada).
Dalam pemaparannya, Ketua Bawaslu Kabupaten Sabu Raijua, Markus Haba, S.Sos menjelaskan bahwa pengawasan partisipatif merupakan keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat dalam memastikan setiap tahapan pemilu berjalan sesuai aturan, jujur, adil, dan bersih.
“Apa itu pengawasan partisipatif? Pengawasan partisipatif adalah pengawasan yang melibatkan setiap orang dan setiap elemen masyarakat untuk terlibat aktif memastikan semua proses pemilu berjalan dengan baik,” ujarnya di hadapan para siswa.
Ia menjelaskan, Bawaslu memiliki tugas mengawasi seluruh proses dan tahapan pemilu nasional maupun Pilkada, termasuk mengawasi peserta pemilu seperti partai politik, calon anggota legislatif, calon kepala daerah, hingga penyelenggara pemilu.
Namun, keterbatasan jumlah personel menjadi alasan pentingnya keterlibatan masyarakat dalam pengawasan pemilu. Karena itu, Bawaslu mengajak generasi muda, khususnya pelajar, untuk ikut mengambil bagian sebagai pengawas partisipatif.
“Secara personel kami sangat terbatas, sehingga kami merasa penting melibatkan semua pihak, termasuk adik-adik sebagai generasi penerus bangsa,” katanya.
Dalam sosialisasi tersebut, para siswa juga diperkenalkan dengan berbagai tahapan pemilu, mulai dari pendaftaran pemilih, kampanye, pendaftaran calon, hingga proses rekapitulasi dan penghitungan suara.
Ketua Bawaslu menekankan bahwa masyarakat memiliki hak sekaligus kewajiban moral untuk mengawasi seluruh proses tersebut agar berjalan sesuai aturan dan bebas dari berbagai pelanggaran seperti politik uang, politisasi SARA, maupun penyebaran hoaks.
“Berbicara tentang pemimpin berarti berbicara tentang kesejahteraan masyarakat. Karena kita yang merasakan langsung dampak dari setiap kebijakan pemimpin yang dipilih, maka wajib hukumnya bagi kita memastikan proses pemilu berlangsung jujur dan adil,” tegasnya.
Ia juga menyampaikan bahwa generasi muda di Kabupaten Sabu Raijua merupakan tulang punggung penerus bangsa yang nantinya akan melanjutkan estafet kepemimpinan di daerah.
Melalui program Bawaslu Goes to School, para pelajar diharapkan semakin sadar akan pentingnya demokrasi dan mampu menjadi pemilih pemula yang cerdas, kritis, serta berani menolak segala bentuk pelanggaran pemilu.
“Kami mengajak seluruh adik-adik untuk serius memahami demokrasi dan ikut menjaga pemilu yang bersih demi masa depan Sabu Raijua yang lebih baik,” tutupnya.
Humas Bawaslu SR