Lompat ke isi utama

Berita

Cegah Hoaks dan Politik Uang, Bawaslu Sabu Raijua Lakukan Konsolidasi Demokrasi Bersama Gerindra

humas

Anggota Bawaslu Sabu Raijua, Dikson Hau Pia dan Yulius Boni Geti saat melakukan Konsolidasi Demokrasi dengan Ketua DPC Partai Gerindra

Sabu Raijua – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Sabu Raijua menggelar kegiatan konsolidasi demokrasi bersama Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Gerindra Kabupaten Sabu Raijua. Kegiatan ini bertujuan memperkuat kerja sama antara penyelenggara pemilu dan partai politik dalam mendorong pendidikan politik kepada masyarakat serta mencegah penyebaran hoaks dan praktik politik uang.
Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran dan Penyelesaian Sengketa Bawaslu Sabu Raijua, Yulius Boni Geti, mengatakan bahwa sinergi antara Bawaslu dan partai politik sangat penting untuk menjaga kualitas demokrasi di daerah.
Menurutnya, partai politik memiliki peran besar dalam memberikan edukasi politik kepada masyarakat, terutama terkait bahaya penyebaran informasi palsu atau hoaks di media sosial.
“Media sosial saat ini tidak bisa kita hindari. Karena itu, kita semua memiliki tanggung jawab moral untuk memberikan edukasi kepada masyarakat agar lebih bijak dalam menggunakan media sosial. Kita harus mengingatkan masyarakat untuk berhati-hati sebelum memposting sesuatu agar tidak menimbulkan konflik,” ujarnya.

koko
Anggota Bawaslu Sabu Raijua Dikson Hau Pia dan Yulius Boni Geti bersama Ketua DPC Partai Gerinda, Hendrik Tudu saat Konsolidasi Demokrasi 


Yulius menambahkan bahwa penyebaran hoaks dan isu yang mengandung unsur SARA dapat menjadi ancaman serius dalam proses demokrasi, terutama menjelang Pemilu 2029. Ia berharap partai politik dapat ikut mengajak masyarakat untuk tidak menyebarkan informasi yang belum jelas kebenarannya.
Selain itu, ia juga menyinggung soal praktik politik uang yang masih menjadi tantangan dalam setiap pemilihan. Menurutnya, meskipun praktik tersebut sulit dihindari, semua pihak memiliki tanggung jawab untuk terus mengingatkan masyarakat bahwa politik uang dapat berdampak buruk bagi kualitas kepemimpinan.
“Politik uang sangat tidak kita inginkan karena bisa berdampak pada terpilihnya orang-orang yang tidak bertanggung jawab,” jelasnya.
Yulius juga mengingatkan pentingnya menjaga netralitas Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam setiap tahapan pemilu. Ia menegaskan bahwa ASN yang tidak netral dapat berpengaruh terhadap kinerja dan karier mereka.
“Jika ada ASN yang terbukti tidak netral, Bawaslu dapat memberikan teguran maupun rekomendasi sesuai dengan aturan yang berlaku,” katanya.
Sementara itu, Ketua DPC Partai Gerindra Kabupaten Sabu Raijua, Hendrik Tudu, menyambut baik kegiatan konsolidasi demokrasi tersebut. Ia menilai kerja sama antara Bawaslu dan partai politik sangat penting untuk menciptakan situasi politik yang kondusif di tengah masyarakat.
Ia mengatakan bahwa dalam setiap kegiatan partai, pihaknya juga sering memberikan edukasi kepada kader dan masyarakat agar berhati-hati dalam menyampaikan pendapat, khususnya di media sosial.
“Kita selalu mengingatkan agar ketika berbicara atau menyampaikan sesuatu, kita harus berpikir terlebih dahulu agar tidak menimbulkan gejolak di masyarakat,” ujarnya.
Hal senada juga disampaikan oleh Dikson Hau Pia yang berharap pertemuan seperti ini dapat terus dilakukan secara berkelanjutan. Menurutnya, diskusi mengenai demokrasi dan keterlibatan masyarakat perlu dilakukan secara rutin agar masyarakat semakin memahami pentingnya menjaga suasana demokrasi yang sehat.
Ia menekankan bahwa sosialisasi kepada masyarakat perlu terus dilakukan agar masyarakat tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang tidak benar serta memahami dampak hukum dari penyebaran hoaks.
“Dengan adanya kerja sama seperti ini, kita berharap masyarakat tidak mudah terjerumus oleh berita hoaks dan lebih berpikir panjang terhadap dampak yang bisa ditimbulkan,” ujarnya.
Melalui kegiatan konsolidasi demokrasi ini, Bawaslu Sabu Raijua berharap terbangun kerja sama yang lebih kuat dengan partai politik dalam memberikan pendidikan politik kepada masyarakat serta menjaga kualitas demokrasi di daerah menjelang pemilu yang akan datang

Humas Bawaslu SR