KPU Undi No Urut Untuk Tiga Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Sabu Raijua

Sabu Rijua, 24/09/2020, Setelah Komisi Pemilihan Umum  Sabu Raijua menetapkan tiga pasangan Calon kepala daerah dan wakil kepala daerah yang ikut dalam pilkada Sabu Raijua tahun 2020, hari ini KPU kembali melakukan rapat pleno terbuka terkait pengundian no urut pasangan calon, kegiatan ini berlangsung di aula KPU Sabu Raijua

Dengan tetap menerapkan Protokol kesehatan Covid-19 yang ketat, maka KPU hanya mengundang unsur-unsur penting yang ikut dalam kegiatan tersebut, diantaranya pasangan calon, tim penghubung pasangan calon,partai pengusul pasangan calon, Bawaslu, TNI, dan Polres Sabu Raijua.

Hal ini dilakukan demi mencegah penyebaran penularan virus Covid-19, sesuai rapat dengar pendapat Komisi II DPR RI, dengan Mendagri, Bawaslu RI dan DKPP beberapa waktu lalu.

Setelah pengundian no urut calon, Kapolres Sabu Raijua Jacob Seubelan meminta kepada masing-masing pasangan calon agar tetap mentaati protokol kesehatan Covid-19, dengan tidak melakukan arak-arakan masa serta kegiatan-kegiatan yang menggalang masa saat pandemi Covid-19, serta memperhatikan makluamat Kapolri No 3 tahun 2020, tentang kepatuhan terhadap protokol kesehatan dalam pelaksanan pemilihan tahun 2020.

Sementara itu ketua Bawaslu Sabu Raijua Yudi .H.R Tagi Huma menghimbau agar masing-masing pasangan calon untuk menjaga kondisi dan menciptakan situasi aman dan damai untuk masyarakat Sabu Raijua yang selama ini terpelihara dengan baik

Ia juga meminta kepada pasangan calon untuk menghimbau kepada masing-masing pendukungnya agar tidak saling menghujat, baik secara langsung ataupun lewat media sosial, yang nantinya mengakibatkan perpecahan dan perselilisahan antara masing-masing pendukung hanya karenaberbeda pilihan.

Protokol kesehatan Covid-19 harus tetap di utamakan sehingga dalam situasi pandemi  Covid-19 ini, kita tetap terhindar dari bahaya virus ini, tutupnya.

Berdasarkan hasil yang diterima humas Bawaslu Sabu Raijua,  Paket  2M, Nick Rihi Heke dan Yohanis Uly Kale mendapat no urut 1, sedangkan Paket IE RAI, Orient Riwu Kore dan Thobias Uly mendapat no urut 2, dan terakhir adalah no urut 3 menjadi milik TRP-Hegi, Takem Radja Pono dan Herman Hegi Radja Haba, yang maju lewat jalur perseorangan

Penulis : Sony Ratu

BAWASLU KABUPATEN SABU RAIJUA GELAR RAPAT KERJA PENGAWAS PEMILU DAN KESEKRETARIATAN

FOTO BERSAMA KETUA DAN ANGGOTA BAWASLU KABUPATEN SABU RAIJUA BERSAMA KOORDINATOR SEKRETARIAT BAWASLU KABUPATEN SABU RAIJUA, SERTA KEPALA SEKRETARIAT KECAMATAN DI WILAYAH KABUPATEN SABU RAIJUA

Sabu Barat,  Dalam rangka meningkatkan kinerja pengawas pemilu dan kesekretariatan, Bawaslu Kabupaten Sabu Raijua melakukan Rapat kerja Pengawas Pemilu dan Kesekretariatan yang berlangsung di Gereja Yeruel Seba Kota, rapat dibuka dan dipimpin oleh Ketua Bawaslu Kabupaten Sabu Raijua Yudi H.R Tagi Huma, S.Sos, (Sabu Raijua, 09 Maret 2020). (lebih…)

HARI KE 4 PENYERAHAN SYARAT DUKUNGAN BAKAL CALON PERSEORANGAN, BELUM ADA YANG DATANG MENYERAHKAN

Sabu Raijua, 21/02/2020, hari ke 4 Bawaslu Sabu Raijua melakukan pengawasan penyerahan dokumen dukungan bakal pasangan calon perseorangan tampak masih belum ada bakal pasangan calon yang menyerahkan dokumen dukungan. “Walaupun belum ada yang menyerahkan kami tetap menunggu sampai dengan selesainya masa penyerahan” Kata kordiv PHL Bawaslu Sabu Raijua Markus Haba, S.Sos.

Ia menambahkan bahwa “Bawaslu akan selalu siap walaupun sampai dengan detik-detik terakhir” tandasnya.

Dari hasil koordinasi dengan KPU Sabu Raijua, kemungkinan ada dua bakal pasangan calon yang akan maju melalui jalur perseorangan. Dari dua yang direncanakan ada satu Bakal pasangan calon yang sudah pasti akan menyerahkan dokumen dukungnya yaitu Paket TRP-HEGI.

Tetapi sampai dengan saat ini masih belum ada kepastian kapan akan menyerahkan dokumen dukungannya. BWS.SR

Penulis : Roynal R. Ully

Editor   : Adityo Y. D. H. Kore Nguru

Publikasi : Frist Sony Hard Ratu

JELANG TAHAPAN PENCALONAN, BAWASLU SABU RAIJUA LAKUKAN RAKERNIS DENGAN PANWASCAM

FOTO BERSAMA KETUA DAN ANGGOTA BAWASLU KABUPATEN SABU RAIJUA BERSAMA PANWASCAM SE-KABUPATEN SABU RAIJUA

Sabu Raiua, Jumat (14/02/2020). Badan Pengawas Pemilihan Umum ( BAWASLU ) Kabupaten Sabu Raijua melakukan Rapat kerja teknis pengawasan tahapan Pencalonan pada Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Sabu Raijua Tahun 2020 terhadap Panwas Kecamatan se-Kabupaten Sabu Raijua  bertempat di Gereja GMIT Pulau Patmos Tulaika kelurahan Mebba, Kecamatan Sabu Barat, Kabupaten Sabu Raijua, Provinsi NTT.

Rapat dipimpin langsung oleh Ketua Bawaslu Kabupaten Sabu Raijua Yudi.H.R Tagi Huma, S.Sos  didampingi  Oleh Anggota Bawaslu Jonixon Hege,S.Th dan Markus Haba, S.Sos serta hadir Komisioner KPUD Sabu Raijua Agustinus V. Mone, SH sebagai salah satu Narasumber  dalam kegiatan tersebut.

Dalam Sambutannya Ketua Bawaslu Kabupaten Sabu Raijua Yudi H.R Tagi Huma menyampaikan  jadwal pembentukan Panwaslu Desa/ Kelurahan dimulai tanggal 10 Februari  dan berakhir pada 26 Maret 2020. Dan dimana satu desa/kel akan diawasi oleh  satu Orang panwas desa/kel. Serta Masa tugas Panwas Desa/Kel adalah 6 sampai 8 bulan, di mana  disesuaikan dengan ketersediaan anggaran dan terhitung sejak pelantikan dan pangambilan sumpah, ujarnya. Ia juga menambahkan bahwa proses pelaporan saat perekrutan Panwaslu Desa/Kel mulai dari tahap pendaftaran sampai dengan tahap pelantikan dilakukan via online dalam bentuk google sheet. Khusus tahap pendaftaran para pelamar akan melakukan pengisian link google form, untuk itu akan dilakukan pelatihan pengisian google form terhadap staf sekretariat Panwascam sehingga saat pendaftaran staf sekretariat dapat mengarahkan pelamar  melakukan pengisian tersebut.

Sementara  Komisioner KPUD Sabu Raijua Agustinus V Mone, SH . menyampaikan beberapa hal penting yang perlu diketahui Oleh peserta mulai dari penetapan jumlah syarat dukungan sampai dengan penetapan calon. Ia juga berharap Bawaslu melalui Panwascam dalam melakukan pengawasan terhadap verifikasi faktual nanti benar-benar sesuai dengan ketentuan yang berlaku dan juga antara PPK dan Panwacam saling koordinasi.

Sementara Kordiv PHL Bawaslu Sabu Raijua Bpk. Markus Haba,S.Sos, dalam materinya tentang pengawasan Tahapan Pencalonan, menjelaskan secara teknis bahwa dalam hal memberikan syarat dukungan kepada calon perseorangan adalah benar-benar pemilih yang berdomisili  di wilayah pemilihan yang dibuktikan dengan KTP-E/Suket  serta sudah terdaftar dalam DPT pemilu terakhir atau sudah memenuhi syarat sebagai pemilih. Ia menambahkan bahwa syarat dukungan hanya diberikan kepada satu pasangan calon untuk satu pemilih dan bukan merupakan anggota TNI/Polri, Asn, jajaran Bawaslu dan KPU mulai dari tingkat pusat sampai tingkat TPS serta Kepala Desa bersama perangkat atau sebutan lainnya. Serta dalam verifikasi faktual jika Bakal calon atau Tim tidak bisa menghadirkan syarat dukungannya karena alasan sakit dan berada diluar wilayah yang dibuktikan dengan suket atau dokumen lain dari instansi yang berwenang maka, verifikasi faktual dapat dilakukan dengan vidio call pada saat itu. imbuhnya

Sedangkan Materi selanjutnya adalah panduan pengisian Form A yang di bawakan oleh Kordiv HPP bpk. Jonixon Hege, S.Th, Ia mengatakan bahwa saat ini sudah memasuki era digital sehingga pelaporan hasil pengawasan dapat dilakukan secara online maupun manual yang dituangkan dalam bentuk Form A Pengawasan, Untuk diketahui bahwa setiap melakukan pengawasan oleh Panwas Kecamatan, Panwas Desa/Kel dan Pengawas TPS maupun dari unsur sekretariat  wajib melaporkan hasil pengawasannya yang dituangkan dalam Form A secara manual dan online

Dalam kegiatan tersebut Bawaslu mendapat apresiasi oleh peserta. Dalam wawancara dengan salah satu peserta Edu Bua Mone, ia mengatakan “ bahwa kegiatan yang dilakukan Bawaslu sangat membantu kami memahami tentang aturan Tahapan Pencalonan, dan sangat mengharapkan kegiatan Rakernis bisa diadakan pada setiap awal tahapan proses pilkada, sehingga ketika melakukan pengawasan kami sudah punya pedoman teknis” kata Ketua Panwascam Sabu barat itu.

Bawaslu Kabupaten Sabu Raijua Gelar Sosialisasi Kerja Sama Pengembangan Pengawasan Partisipatif Dalam Pemilihan Bupati Dan Wakil Bupti Sabu Raijua Tahun 2020

Sabu Raijua – Bawaslu Kabupaten Sabu Raijua menggelar Sosialisasi Kerja Sama Pengembangan Pengawasan Partisipatif, Kegiatan tersebut dibuka oleh Ketua Bawaslu Kabupaten Sabu Raijua Yudi H.R Tagi Huma, S.Sos dan dilanjutkan dengan Laporan panitia penyelenggara kegiatan, Sosialisasi tersebut bertempat di Gereja Yeruel Seba Kota, dan peserta yang diundang dalam kegiatan sosialisasi tersebut adalah siswa/siswi pemilih pemula dan tenaga pendidik dari 5 Sekolah Menegah Atas/Sekolah Menengah Kejuruan  yang ada di wilayah Kecamatan Sabu Barat.

Pemateri pertama dalam kegiatan tersebut adalah Ketua Bawaslu Kabupaten Sabu Raijua,Yudi H.R Tagi Huma, S.Sos, dengan materi yang disajikan adalah “PENGAWASAN PARTISIPATIF DALAM MEWUJUDKAN PEMILIH YANG BERINTEGRITAS”, dalam pemaparannya Ketua Bawaslu mengajak semua pihak dalam mengawasi PILKADA di Sabu Raijua untuk melakukan pengawasan partisipatif yang bertujuan Mencegah Terjadinya Konflik , Menjadikan Pemilu Berintegritas, Meningkatkan Kualitas Demokrasi, Mendorong Tingginya Partisipasi Publik, dan Membentuk Karakter dan Kesadaran Politik Masyarakat, sedangkan bagi pemilih Pemula diajak agar ikut dalam peran pengawasan yang  Aktif Mengawasi setiap Tahapan antara lain Mencegah Terjadinya Pelanggaran disetiap Tahapan, Melaporkan jika ditemukan adanya Dugaan Pelanggaran kepada Pengawas Pemilu, Mendorong Terciptanya Penyelenggaraan Pemilu yang LUBER dan JURDIL, dan Mampu menumbuhkan kesadaran berpolitik secara dini, menjadi aktor politik dalam lingkup peran dengan status yang disandangnya, memahami hak dan kewajiban politik sebagai warga negara secara baik serta bijak dan mampu menentukan sikap aktivitas politiknya.

Sementara itu Anggota Bawaslu Kabupaten Sabu Raijua Kordiv  HPP Jonixon Hege,S.Th Dengan Materi  “PERAN KAUM MILENIAL DALAM PELANGGARAN PEMILIHAN BUPATI DAN WAKIL BUPATI TAHUN 2020”  dalam paparannya Jonixon Hege mengingatkan kaum milenial agar ikut berpastisipasi dalam  proses pengawasan bersama-sama dengan pihak penyelenggara pemilu, dan apabila ada temuan pelanggaran agar bisa dilaporkan kepada Bawaslu dengan menyertakan alat dan bukti-bukti yang akurat sehingga bisa diproses sesuai hukum yang berlaku.

Anggota Bawaslu Kabupaten Sabu Raijua Kordiv PHL Markus Haba, S.Sos  dengan materi “PERAN PEMILIH PEMULA DALAM PENGAWASAN PARTISIPATIF PEMILIHAN BUPATI DAN WAKIL BUPATI SABU RAIJUA TAHUN 2020” dalam materinya yang  berisi ajakan kepada pemilih pemula agar bersama-sama  ikut terlibat dengan semua Stakeholder dalam pengawasan pemilihan, mengapa kita harus terlibat secara aktif dalam mengawasi setiap tahapan atau proses  yang ada…? Tujuannya adalah untuk memastikan Hajatan Demokrasi yang ada di Kabupaten Sabu Raijua terselenggara dengan baik dan berkualitas. Berbicara masalah kualitas pelaksanaan  Pilkada, maka salah satu faktor yang bisa diukur adalah bagaimana tingkat pasrtisipasi masyarakat pemilih pemula dalam menggunakan hak pilihnya dengan baik dan juga bagaimana tingkat partisipasi pemilih dalam melakukan pengawasan dalam setiap tahapan yang ada.

Kordiv PHL Bawaslu Sabu Raijua juga menyampaikan bahwa dalam setiap tahapan pasti ada potensi-potensi kerawanan misalnya tahapan pemutahiran data pemilih, tentunya akan ada pemilih yang harusnya memenuhi syarat tetapi tidak ada dalam dalam daftar pemilih dan juga sebaliknya. Adapula dalam masa kampanye atau sebelumnya seperti saling fitnah, menggunakan isu SARA, bahkan politik uang, ancaman dan intervensi dari pihak-pihak tertentu. Terhadap hal-hal tersebut kami sangat berharap partisipasi dari adik-adik pemilih pemula untuk mencegah dan melaporkan kepada Bawaslu dan Jajaran pengawas pemilu yang ada

“Jadilah corong untuk keluarga atau masyarakat sekitar dalam menyampaikan hal-hal yang kita bicarakan dalam kegiatan ini demi teselenggaranya hajatan Pilkada Sabu Raijua dengan baik dan berkualitas untuk menghasilkan Bupati dan Wakil Bupati yang benar-benar pilihan masyarsakat” tambahnya

Cindy Radja Kuji Salah seorang peserta yang berhasil kami wawancarai seusai kegiatan tersbut mengatakan bahwa, Bawaslu telah menambah pengetahuan mereka tentang system pengawasan, mereka juga berharap agar kegiatan sosialisasi seperti ini bisa lebih banyak lagi dan sesering mungkin dilakukan oleh Bawaslu Sabu Raijua.